ASSALAMU'ALAIKUM WR WB
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
~~~*♥ AL MUJAHIDAH ♥*~~~
Rosulullah saw, bersabda :
«دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ
مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ
بِمِثْلٍ»
"Doax seorang muslim kepada saudarax yang tidak bersamax pasti dikabulkan. Di dekat kepalax ada malaikat yang menjagax. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudarax, malaikat itu berkata, “Amin.” Dan engkau akan mendapatkan yang serupa."
Begitu juga disunahkan meminta doa dari saudarax. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih, dari Umar bin Khatab, ia berkata; Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda :
«لاَ تَنْسَنَا يَا أَخِي مِنْ دُعَائِكَ
“Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.”
Umar berkata; Perkataan Nabi itu adalah suatu perkataan yang tidak akan menggembirakanku jika diganti dengan dunia. Dalam riwayat yang lain Umar berkata; Rasulullah saw. bersabda,
« »
»أَشْرِكْناَ يَا أَخِيْ فيِ دُعَائِكَ «
“Sertakanlah kami wahai saudaraku dalam doamu.”
Termasuk perkara yang disunahkan adalah menziarahi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintaix. Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
«أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللهُ تَعَالَى لَهُ مَلَكًا،
فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ،
قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا عَلَيْهِ؟ قَالَ: لاَ، غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي
اللهِ تَعَالَى، قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا
أَحْبَبْتَهُ فِيْهِ»
Sesungguhx ada seseorang yang mengunjungi saudarax di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutix. Ketika malaikat sampai kepadax, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehx?” Ia berkata, “Tidak ada, hax saja aku mencintaix karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggux aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.”
Imam Malik dalam Al-Muwatha mentakhrij hadits dari Muadz bin Jabal, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
«قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ، وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ، وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ»
Allah berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku.
Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa seorang mukmin yang mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar di dunia dan akhirat sesuai dengan kadar kemampuanx untuk itu. Pada hadits Mutafaq ‘alaih dari Anas dari Nabi saw., ia bersabda:
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudarax sebagaimana ia mencintai dirix.
Dalam hadist Abdullah bin Amr riwayat Ibnu Huzaimah dalam kitab shahihx, juga Ibnu Hibban dalam kitab shahihx dan Hakim dalam Al-Mustadrak, ia berkata; hadits ini shahih memenuhi syarat Bukhari Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
«خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ»
Sebaik-baikx orang** yang bersahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatx. Dan sebaik**x orang yang bertetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada tetanggax.
Di antara tanda orang yang paling baik terhadap sahabatx adalah senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh** menghilangkan kesusahanx. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ
أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ
بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ»
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzalimix dan tidak akan membiarkanx binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudarax maka Allah akan memenuhi kebutuhanx. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahanx dari kesusahan** di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibx di Hari Kiamat.
Thabrani telah mentakhrij hadits dengan isnad yang para perawix terpercaya, dari Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah saw. bersabda:
«لاَ يَزَالَ اللهُ فِي حَاجَةِ الْعَبَدِ مَادَامَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ»
Allah tidak akan berhenti memenuhi kebutuhan seorang hamba selama ia berusaha memenuhi kebutuhan saudarax.
beginilah kejian kali ini,moga bermamfaat buat kita semoa khususx buat diri ana sendiri,,amiiin
wa syukron,
salam silaturrahim ukhuwah fillah
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
~~~*♥ AL MUJAHIDAH ♥*~~~
Rosulullah saw, bersabda :
«دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ
مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ
بِمِثْلٍ»
"Doax seorang muslim kepada saudarax yang tidak bersamax pasti dikabulkan. Di dekat kepalax ada malaikat yang menjagax. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudarax, malaikat itu berkata, “Amin.” Dan engkau akan mendapatkan yang serupa."
Begitu juga disunahkan meminta doa dari saudarax. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih, dari Umar bin Khatab, ia berkata; Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda :
«لاَ تَنْسَنَا يَا أَخِي مِنْ دُعَائِكَ
“Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.”
Umar berkata; Perkataan Nabi itu adalah suatu perkataan yang tidak akan menggembirakanku jika diganti dengan dunia. Dalam riwayat yang lain Umar berkata; Rasulullah saw. bersabda,
« »
»أَشْرِكْناَ يَا أَخِيْ فيِ دُعَائِكَ «
“Sertakanlah kami wahai saudaraku dalam doamu.”
Termasuk perkara yang disunahkan adalah menziarahi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintaix. Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
«أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللهُ تَعَالَى لَهُ مَلَكًا،
فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ،
قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا عَلَيْهِ؟ قَالَ: لاَ، غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي
اللهِ تَعَالَى، قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا
أَحْبَبْتَهُ فِيْهِ»
Sesungguhx ada seseorang yang mengunjungi saudarax di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutix. Ketika malaikat sampai kepadax, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehx?” Ia berkata, “Tidak ada, hax saja aku mencintaix karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggux aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.”
Imam Malik dalam Al-Muwatha mentakhrij hadits dari Muadz bin Jabal, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:
«قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ، وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ، وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ»
Allah berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku.
Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa seorang mukmin yang mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar di dunia dan akhirat sesuai dengan kadar kemampuanx untuk itu. Pada hadits Mutafaq ‘alaih dari Anas dari Nabi saw., ia bersabda:
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudarax sebagaimana ia mencintai dirix.
Dalam hadist Abdullah bin Amr riwayat Ibnu Huzaimah dalam kitab shahihx, juga Ibnu Hibban dalam kitab shahihx dan Hakim dalam Al-Mustadrak, ia berkata; hadits ini shahih memenuhi syarat Bukhari Muslim, Rasulullah saw. bersabda:
«خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ»
Sebaik-baikx orang** yang bersahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatx. Dan sebaik**x orang yang bertetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada tetanggax.
Di antara tanda orang yang paling baik terhadap sahabatx adalah senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh** menghilangkan kesusahanx. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:
«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ
أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ
بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ»
Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzalimix dan tidak akan membiarkanx binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudarax maka Allah akan memenuhi kebutuhanx. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahanx dari kesusahan** di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibx di Hari Kiamat.
Thabrani telah mentakhrij hadits dengan isnad yang para perawix terpercaya, dari Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah saw. bersabda:
«لاَ يَزَالَ اللهُ فِي حَاجَةِ الْعَبَدِ مَادَامَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ»
Allah tidak akan berhenti memenuhi kebutuhan seorang hamba selama ia berusaha memenuhi kebutuhan saudarax.
beginilah kejian kali ini,moga bermamfaat buat kita semoa khususx buat diri ana sendiri,,amiiin
wa syukron,
salam silaturrahim ukhuwah fillah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tafaddolu