Jumat, 16 Maret 2012

AL MUJAHIDAH SEJATI

                             ASSALAMU'ALAIKUM WR WB

                    BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

              ~~~*<3 "AL MUJAHIDAH SEJATI" <3*~~~

قلوب من ذهب...<3..لا تحتاج الى مفاتيح..<3...مفتوحة تستقبل و تُعطي...<3..موصولة بالكريم المُعطي..<3...تطير في ملكه ...<3...و تخدم خلقه...<3...واثقة في حكمه و حكمته ..<3...تسامح و تعفو...<3..ترقي و تسمو...<3...تلك هي قلوب المحبين لرب العالمين و رسوله الامين :) ♥<3


Tentux dalam kehidupan kita ini begitu banyak individu yang sering menyakitkan hati kita,mengguris dan melukakan perasaan kita bahkan menjadikan jiwa kita berserabut dan penuh kebencian.Seringkali sexuman kita kehilangan serix,tawa kita menjadi sumbing dan air muka kita kehilangan cahayax setiapkali kita bertembung wajah dengan mereka. Bahkan ada yang begitu dengki dan sengaja menyakitkan hati kita malahan sering mereka-reka fitnah dan onar untuk mencacatkan kewibawaan kita.

Ya, inilah sebahagian dari warna warni hidup kita yang menjadikan perjalanan hidup kita lebih unik dan jiwa kita akan menjadi lebih matang jika kita mampu menyikapinya dengan betul.


Apa perasaan kita berdepan dengan golongan ini, walaupun bilanganx mungkin tidak begitu ramai? Apa pula perasaan kita jika yang sering menyakitkan hati kita itu ialah orang** yang begitu hampir dengan kita?

Bagi ana, tidak ada yang lebih baik selain memberi KEMAAFAN. Ya, MAAFKAN MEREKA agar jiwa kita lebih lapang dan bahagia."MAAFKAN MEREKA"sehingga kebencian tidak lagi mampu mencemarkan keindahan budi atau merubah rupa jiwa kita. MAAFKAN MEREKA agar kita mampu tersenyum melihat kehidupan.

Adakah kita merasakan kebencian kita itu menguntungkan kita atau akan merugikan mereka? Apa yang kita dapat dari kebencian itu kalau bukan keserabutan jiwa, kemarahan yang meluap-luap dan terusirx ketenangan dan kedamaian dari hati nurani kita? Bahkan setiapkali kebencian mula bertahkta dan menguasai hati maka hati kita itu akan makin keras, gersang, kasar dan merosak air muka kita. Hingga akhirx dunia yang begitu luas terasa begitu sempit, hidangan yang lazat hilang kenikmatanx dan tidur kita tidak lagi merehatkan jiwa kita untuk mendepani hari baru. Jadi, nyatakan pada saya, apa untungnya kebencian dan kemarahan kita itu kalau bukan menambahkan penderitaan keatas penderitaan yang sudah sedia ada?

Jadi, MAAFKAN MEREKA kerana dalam kemaafan kita itu Allah SWT menjanjikan keampunan. Bukankah dosa** kita masih terlalu banyak sedangkan kematian sering mengintai kita disetiap simpang siur kehidupan. Bagi jiwa** yang menyakini hari pertemuan dengan Allah SWT tentux kita benar** rindukan pengampunan Allah SWT bahkan pengampunan itu lebih berharga dari pertambahan usia. Apalah gunax bagi umur yang bertambah tetapi dosax tidak berkurang. Apa yang kita harapkan dari kehidupan begini?

MAAFKAN MEREKA kerana kita juga sering membuat kesalahan dan setiapkali kita membuat kesalahan, kita begitu rindu dan mengharapkan orang lain menyikapi atau menghadapi kelakuan buruk kita dengan baik bahkan menasihati kita dengan penuh hikmah. Kenapa apabila orang lain melakukan kesalahan kepada kita, kita lalu marah** dan pamerkan wajah yang buruk dan penuh kebencian.

MAAFKAN MEREKA, agar jiwa kita menjadi lembut bahkan membuahkan kesabaran dan kepasrahan hingga kita mampu mengukirkan kesexuman dari relung hati kita yang paling dalam. Biarkan kemaafan itu menghiasi jiwa kita dengan bunga** kecintaan dan kasih sayang hingga mereka tertunduk hormat dan malu kepada kita.





Pernah satu ketika, jiwa ana begitu menderita ketika menghadapi salah seorang dari temmen ana. Dia merasakan dirix yang paling benar. Dia bukan sekadar menolak pandangan orang lain bahkan tidak memberikan ruang untuk pandangan itu dikemukakan. Sedangkan apa yang dilakukanx terlalu salah, buah fikiranx sudah ketinggalan zaman dan cara pengurusan kerjax sudah terlalu usang dan antik walaupun dari satu sudut ana yakin dia begitu ikhlas dalam kerjax. Tidak sesiapa yang selesa mengemukakan pandangan kepadax apatah lagi menegur kesalahanx walaupun kesalahanx terang lagi bersuluh. Bahkan tingkahlakux sering menjadi buah mulut orang**.

Jiwa ana begitu menderita. Setiapkali ingin menyuapkan makanan kemulut lalu terpandang wajahx selera makan ana hilang serta merta. Setiapkali ana pejamkan mata untuk tidur, wajahx sering muncul dan bermain dalam fikiran ana. Ketika berehat seringkali minda ana mengangankan saat** ana berhujah denganx dan dia mexikapi dengan sikap dingin dan keras kepala hinggakan angan** itu menjadikan jiwa ana dililit kegelisahan dan kemarahan. Ya, 3 hari hilang kenikmatan jiwa .

Jiwa ana terus menderita hinggalah ana menemui penawarx yang begitu mujarab iaitu KEMAAFAN. ana katakan pada diri ana, kenapa ana harus membencix. Dia telah lakukan yang terbaik dengan apa yang dia faham, walaupun mungkin carax salah tetapi itu yang dia faham dan tentang keikhlasanx, Allah yang lebih mengetahui. Kenapa ana harus membencix sedangkan kebencian ana tidak akan menjadikan dirix betul atau membetulkan keadaan yang salah. Kenapa ana harus membencix sedangkan setiap manusia memikul beban dosa yang begitu banyak dan ana sendiripun tidak terlepas daripadax. Bahkan apabila tua nanti mungkin ana akan lebih teruk daripadax dan orang lain akan lebih membenci ana.

Lalu ana pejamkan mata ana, ana suarakan hati ana pada Allah yang Maha Mengetahui; Saksikanlah ya Allah, ana maafkanx dan ana juga mengharapkan keampunanMu. Saksikanlah ya Allah, ana kasihkanx kerana ana tahu dia ikhlas beramal untuk keredhaanMu. Walaupun dia puxa banyak kelemahan tetapi didalam ilmu Mu ya Allah, dosa** ana lebih banyak, walaupun ana rasakan ana lebih baik daripadax belum tentu ketika ana sampai keusia sepertix ana akan terus istiqomah diatas jalanMu yang benar ini ya Allah. Semoga Engkau menerima amalx dan amal ana ya Allah.

Disaat itu ana terasakan seolah satu hijab gelap yang menutupi hati ana terangkat dan limpahan cahaya kehidupan kembali menerangi hati ana. Tidak ada lagi kebencian dan keresahan. Kemudianx ana mencari kesempatan untuk bermaafan denganx. Semenjak itu hati ana kembali menemui nikmat ketika bertemu denganx. Setiapkali bertembung wajah, sexuman begitu mudah terukir pada wajah ana bahkan kami mampu duduk berbual dan bercerita.

Ana tidak maksudkan kita tidak perlu membetulkan yang salah. Kata Ibnu Qayyim; "Jika kamu ingin menyuruh yang ma’ruf pastikan ia menjadi ma’ruf. Ya, jika kita inginkan kebaikan, biarlah tindakan dan cara kita menghasilkan sesuatu yang baik atau lebih baik. Maknanya, setiap tindakan kita perlu disesuaikan dengan niat, cara dan masa yang baik. Kalaupun usaha kita tidak berjaya, yakinlah Allah menjanjikan ganjaran diatas usaha dan kesabaran kita."

Maafkan mereka
agar jiwamu petah berbicara
mengajar insan erti bahagia
dan tersenyum dalam duka

Maafkan mereka
Agar hatimu lapang segala
Menikmati hari** baru
yang penuh duka lara

Maafkan mereka
Kerana jiwamu sedar mengerti
Hidup ini ada hari datang dan pergi

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Ffatimatulhurmah.blogspot.com%2F&h=0AQFUMAph

Follow me  :)
http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Ftwitter.com%2F%2540mutiara_husnul&h=FAQG1L8ug


wa syukron
salam ukhuwah fillah

Jumat, 09 Maret 2012

Al Muslimuna Ukhuwah

ASSALAMU'ALAIKUM WR WB

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

~~~*♥ AL MUJAHIDAH ♥*~~~

Rosulullah saw, bersabda :

«دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ

مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ

بِمِثْلٍ»

"Doax seorang muslim kepada saudarax yang tidak bersamax pasti dikabulkan. Di dekat kepalax ada malaikat yang menjagax. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudarax, malaikat itu berkata, “Amin.” Dan engkau akan mendapatkan yang serupa."

Begitu juga disunahkan meminta doa dari saudarax. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih, dari Umar bin Khatab, ia berkata; Aku meminta izin kepada Nabi saw. untuk umrah, kemudian beliau memberikan izin kepadaku dan bersabda :


«لاَ تَنْسَنَا يَا أَخِي مِنْ دُعَائِكَ


“Wahai saudaraku, engkau jangan melupakan kami dalam doamu.”

Umar berkata; Perkataan Nabi itu adalah suatu perkataan yang tidak akan menggembirakanku jika diganti dengan dunia. Dalam riwayat yang lain Umar berkata; Rasulullah saw. bersabda,

« »

»أَشْرِكْناَ يَا أَخِيْ فيِ دُعَائِكَ «

“Sertakanlah kami wahai saudaraku dalam doamu.”

Termasuk perkara yang disunahkan adalah menziarahi orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling memberi karena Allah, setelah mencintaix. Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

«أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللهُ تَعَالَى لَهُ مَلَكًا،

فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ،

قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا عَلَيْهِ؟ قَالَ: لاَ، غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي

اللهِ تَعَالَى، قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا

أَحْبَبْتَهُ فِيْهِ»

Sesungguhx ada seseorang yang mengunjungi saudarax di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutix. Ketika malaikat sampai kepadax, ia berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehx?” Ia berkata, “Tidak ada, hax saja aku mencintaix karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesunggux aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.”


Imam Malik dalam Al-Muwatha mentakhrij hadits dari Muadz bin Jabal, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

«قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ، وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ، وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ»

Allah berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku.


Rasulullah saw. telah menjelaskan bahwa seorang mukmin yang mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar di dunia dan akhirat sesuai dengan kadar kemampuanx untuk itu. Pada hadits Mutafaq ‘alaih dari Anas dari Nabi saw., ia bersabda:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudarax sebagaimana ia mencintai dirix.

Dalam hadist Abdullah bin Amr riwayat Ibnu Huzaimah dalam kitab shahihx, juga Ibnu Hibban dalam kitab shahihx dan Hakim dalam Al-Mustadrak, ia berkata; hadits ini shahih memenuhi syarat Bukhari Muslim, Rasulullah saw. bersabda:

«خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ»

Sebaik-baikx orang** yang bersahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatx. Dan sebaik**x orang yang bertetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada tetanggax.

Di antara tanda orang yang paling baik terhadap sahabatx adalah senantiasa berusaha membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh** menghilangkan kesusahanx. Hal ini berdasarkan hadits Mutafaq ‘alaih dari Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda:

«الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ

أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ

بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ

الْقِيَامَةِ»

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzalimix dan tidak akan membiarkanx binasa. Barangsiapa berusaha memenuhi kebutuhan saudarax maka Allah akan memenuhi kebutuhanx. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahanx dari kesusahan** di Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibx di Hari Kiamat.


Thabrani telah mentakhrij hadits dengan isnad yang para perawix terpercaya, dari Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah saw. bersabda:

«لاَ يَزَالَ اللهُ فِي حَاجَةِ الْعَبَدِ مَادَامَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ»

Allah tidak akan berhenti memenuhi kebutuhan seorang hamba selama ia berusaha memenuhi kebutuhan saudarax.

beginilah kejian kali ini,moga bermamfaat buat kita semoa khususx buat diri ana sendiri,,amiiin

wa syukron,
salam silaturrahim ukhuwah fillah